Jumat, 14 November 2014

Sejarah Masa Lalu Vulkanik di Mars dan Masa Depannya

Penulis: Avivah Yamani
Sejarah Mars mulai diungkap secara perlahan dari pembentukan kawah yang terjadi di permukaan planet tersebut. Dalam perjalanannya, Mars telah berhasil melalui sejumlah babak letusan gunung api yang sangat berat yang terjadi di planet tersebut. Babak yang mengerikan dalam perjalanan Mars ini memuntahkan lava dan air ke permukaan Mars, dan kemudian mengeras membentuk permukaan yang sekarang kita lihat di Mars.
Daedalia Planum. Kredit Gambar : ESA
Hasil analisis yang dilakukan dari foto-foto yang dihasilkan High Resolution Stereo Camera (HRSC) pada Mars Express mengungkap sejarah aktivitas geologi planet merah itu. Penentuan era yang pernah ada di Mars untuk sebagian besar area bisa dilakukan, selain itu kejadian pembentukan permukaan baru juga bisa diketahui. Pembentukan permukaan baru terjadi dari erupsi vulkanik yang menyebarkan lava di sepanjang permukaan planet.Pembentukan ulang permukaan Mars tidak sama dengan di Bumi. Di Bumi prosesnya relatif tetap, sedang Mars mengalami perubahan itu dalam 5 kali aktivitas vulkanik besar-besaran yang mengakibatkan terjadinya kerusakan di planet tersebut. Diperkirakan aktivitas vulkanik tersebut terjadi setelah fasa awal planet yang lebih hangat dan basah, sekitar 3800 juta tahun yang lalu. Dianatara babak tersebut planet Mars relatif lebih tenang.
Kelima aktivitas vulkanik yang terjadi dalam sejarah Mars dimulai 3500 juta tahun lalu kemudian diikuti kejadian berikutnya pada 1500 juta tahun lalu, 400 – 800 juta tahun lalu, 200 juta tahun lalu dan yang terakhir terjadi sekitar 100 juta tahun lalu. Era vulkanik ini ditentukan dari perhitungan jumlah kawah yang terdapat di permukaan Mars. Idenya sederhana, semakin tua permukaan, maka akan semakin banyak kawah yang terakumulasi disitu sebagai akibat tabrakan meteorit berbagai ukuran di sepanjang sejarah Mars.
Kronologis di Mars. Kredit Gambar : ESA
Memang metode tersebut masih diperdebatkan keakuratannya karena bagi beberapa peneliti, kawah-kawah kecil tidak dihasilkan oleh meteorit namun oleh batuan Mars yang terlontar ke permukaan akibat tabrakan tunggal yang besar. Namun hasil pengamatan selama 7 tahun dari foto yang dihasilkan Mars Orbiter Camera (MOC) pada Mars Global Surveyor milik NASA menunjukan kawah baru terjadi terus pada permukaan Mars sepanjang waktu tersebut.Dengan demikian laju rata-rata pembentukan kawah di masa sekarang bisa dikalkulasi dari pengamatan tersebut. Dan ternyata laju tersebut tidak jauh berbeda dari yang dihasilkan pada data Mars Express.
Sepanjang babak vulkanik, lava yang dihasilkan dari letusan mengalir menutupi permukaan Mars. Pemanasan internal yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik juga menyebabkan air meledak keluar sehingga terjadi banjir dalam skala yang besar.
Hasil analisa pemodelan komputer menunjukan Mars saat ini sedang berusaha untuk menyeimbangkan sistem plat tektoniknya. Di Bumi, kerak yang patah akan berubah secara perlahan menjadi plat tektonik yang bergerak. Di Mars, babak letusan gunung api menunjukan kalau kondisi plat tektonik hampir bisa dicapai oleh planet merah tersebut. Karena itu tampaknya fasa letusan gunung api ini belumlah selesai di Mars.
Interior Mars juga menunjukan kalau planet ini belumlah dingin, karena itu letusan gunung api masih akan terjadi lagi. Dengan dmeikian sejarah yang diungkap di Mar oleh Mars Express bukanlah sejarah dari sbeuh planet mati. Bahkan, Mars Express justru memperlihatkan adanya lokasi dengan aktivitas yang maish belum diketahui dan bisa jadi meledak menjadi sesuatu yang spektakuler.

Ketika Mars Masih Biru

Penulis: Ratna Satyaningsih
Saya yakin kalian pasti tahu kalau Bumi bukan satu-satunya planet di Tata Surya; jumlahnya ada delapan planet. Planet yang paling mirip dengan Bumi adalah Mars, yang dijuluki ‘Si Planet Merah’ lantaran permukaannya berwarna merah. Namun, tampaknya Mars di masa lalu berwarna biru, diliputi danau, sungai, dan lautan air, mirip seperti Bumi!
Foto alur air di masa lalu Mars yang diambil Mars Express. Kredit: ESA/DLR/FU Berlin (G. Neukum)
Foto alur air di masa lalu Mars yang diambil Mars Express. Kredit: ESA/DLR/FU Berlin (G. Neukum)
Foto menakjubkan ini diambil oleh wahana antariksa Mars Express, yang mengelilingi Mars. Foto ini memperlihatkan dasar sungai yang berkelok-kelok di permukaan Mars. Diyakini penampakan ini terjadi akibat aliran sungai yang dalam jauh di masa lampau Mars, milyaran tahun sebelum manusia ada.
Saat ini masih ada air di Mars, meskipun dalam keadaan beku di bawah permukaan serta di Kutub Utara dan Selatan (seperti tudung es di Bumi). Jadi, dasar sungai ini mungkin bukan suatu penemuan yang mencengangkan, tapi keren banget lho! Bekas sungai ini panjangnya 1500 km, lebih panjang dari Sungai Rhine yang melintasi Eropa, mulai dari Belanda sampai Swiss. Plus, dalamnya 300 m, jauh lebih dalam daripada dalamnya sungai-sungai di Bumi!
Citra-citra baru dari wahana Mars Express ini memungkinkan kita untuk bisa mengintip masa lalu si planet merah, dan rupanya tidak terlalu berbeda dengan dunia kita saat ini.
Fakta menarik: Para ilmuwan yakin bahwa milyaran tahun lalu di Mars terjadi banjir terdahsyat sepanjang sejarah Tata Surya. Mungkin sekarang sulit untuk dibayangkan, karena Mars yang sekarang terlampau dingin dan atmosfernya pun terlalu tipis untuk
memungkinkan adanya air berwujud cair di permukaannya.

Kamis, 13 November 2014

Tudung Es Mars

Mars Ternyata Lebih Dingin

Mars dingin bukanlah informasi baru. Namun hasil pengamatan Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA menunjukkan kalau kerak dan lapisan atas selimut Mars lebih keras dan lebih dingin dari yang diperkirakan semula. Dengan demikian seandainya memang ada air dalam bentuk cairan maka tentunya air itu berada di jauh di bawah permukaan planet. Bahkan seandainya ada organisme hidup di dalam air tersebut, tentunya ia akan berada jauh lebih dalam dari dugaan awal.
Foto tudung es di kutub utara Mars. Kredit gambar :NASA/JPL/Malin Space Science Systems
Selain itu permukaan Mars juga ditemukan tidak melengkung mengikuti akibat beban es kutub utara, sehingga interior planet jadi lebih kaku dari yang diperkirakan sebelumnya. Semua ini bisa diketahui dari foto-foto yang diambil dengan Shallow Radar instrument, yang mengambil citra secara detail dari lapisan es, pasir, dan debu yang ada di kutub utara Mars. Citra tersebut mengungkap lapisan panjang sampai dengan 1000 km.
Saat dilihat sepintas ke bagian dalam es di kutub, Mars Reconnaissance Orbiter berhasil melihat timbunan materi es yang bisa digunakan untuk mengusut sejarah iklim di Mars. Benar-benar sebuah penemuan yang membuka masa lalu Mars. Foto-foto yang diambil radar menunjukan ada pembatas halus yang datar antara tudung es dan kerak batuan Mars. Di Bumi, berat timbunan es seperti itu akan menyebabkan terjadinya keruntuhan permukaan planet. Fakta kalau permukaan Mars tidak bengkok menunjukan kalau lapisan terluarnya sangat kuat, sebagai hasil dari kombbinasi kerak dan selubung teratasnya. Dipastikan keduanya pasti sangat tebal dan dingin.
Peta ketebalan lapisan simpanan di kutub utara Mars yang diukur dengan Shallow Radar instrument milik NASA. Kredit : NASA/JPL-Caltech/University of Rome/SwRI
Litosfer planet memang bagian yang sangat keras. Di Bumi, litosfer merupakan bagian yang patah saat terjadi gempa Bumi. Yang menarik adalah kemampuan radar untuk melihat jauh ke dalam tudung es sehingga bisa menemukan kalau tidak ada lengkungan atau pun patahan litosfer. Penemuan ini memberi pemahaman akan temperatur di dalam Mars untuk pertama kalinya.
Temperatur di bagian terluar planet batuan seperti Mars mengalami peningkatan dengan bertambahny kedalaman sampai ke bagian interiornya. Semakin tebal litosfernya, peningkatan temperatur secara bertahap akan semakin tinggi. Ditemukannya litosfer Mars yang tebal justru secara tak langsung menunjukan ada air yang sedang mengintai jauh di bawah permukaan. Lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya, dimana temperatur akan jadi sangat hangat. Dan jika ada kehidupan di air maka tentunya ia sedang terkubur saat ini.
citra yang diambil radar mengungkap keberadaan lapisan es, pasir dan debu yang membentuk tudung es di kutub utara Mars. Peta berwarna menunjukan topografi dan kaitan tanah Mars. Kredit : NASA/JPL-Caltech/University of Rome/SwRI
Tidak hanya itu, foto-foto yang diambil juga menunjukan 4 zona lapisan es dan debu yang dipisahkan oleh lapisan tebal es murni. Diperkirakan ini merupakan pola lapisan es bebas yang tebal yang memberi gambaran siklus perubahan iklim di Mars dalam skala waktu sekitar 1 juta tahun. Perubahan iklim seperti itu bisa jadi disebabkan oleh perubahan kemiringan sumbu rotasi planet dan perubahan eksentrisitas orbit di sekeliling Matahari. Hasil pengamatan ini mendukung ide kalau kutub utara lebih aktif secara geologi dan lebih muda sekitar 4 juta tahun.
Tanggal 25 Mei, penjejak Phoenix Mars Lander dijadwalkan akan meneliti bagian kutub utara Mars khususnya untuk menyelidiki sejarah air di Mars.

Dimensi Ruang & Waktu

  
  
               Para ilmuwan, terutama yang beraliran eksperimental, mencibir terhadap gagasan-gagasan adanya lorong waktu dan perjalanan ke masa depan dan masa lampau.
Sebagian yang lain, para teoretisi fisika, mengatakan bahwa hal yang belum bisa dibuktikan secara eksperimental bukan berarti tak mungkin ada. Siapa tahu nanti suatu saat bisa dibuktikan.
Ada seorang teoretisi fisika yang mencoba memahami para eksperimentalis itu. Ia bernama A. Zee. Ia mengakui lebih bahagia bila teori yang dibangunnya bisa dibuktikan di laboratorium. Ia pun memaklumi bila ada fisikawan yang lebih hormat pada teori klasik termodinamika ketimbang teori Relativitas Einstein yang prestisius tapi tak bisa dibuktikan secara empiris. Zee diam-diam menyimpan kejengkelan terhadap koleganya sesama teoretisi fisika yang kerjanya hanya mereka-reka teori baru di kertas, dan membangunnya berdasarkan logika-logika matematika semata. ”Matematikanya tidak salah. Tapi titik pijakannya tidak kukuh, dan asumsi-asumsi yang dipakai tidak jelas,” ujarnya. 
Sebagai teoretisi, Zee sering kena sindiran dari para fisikawan eks-perimental. Suatu ketika ia mengunjungi Universitas California di Berkeley, memberikan ceramah. Dalam kata sambutannya Dr. Gene Commins, ahli fisika eksperimental dari Berkeley mengatakan, ”Kami perlu waktu 20 tahun untuk menerima atau menampik teori yang dibangun oleh Mr. Zee hanya dalam sesiang.” 
Teoretisi fisika kondang dari Amerika itu sangat memahami sindiran telak itu. Ia bisa memaklumi kejengkelan itu. Di kalangan fisikawan eksperimental ada sebuah anekdot. Seseorang menanyakan berapa bidadari bisa menari di ujung sebuah jarum. Jawab seorang fisikawan eksperimental, ”Berikan dulu padaku seorang bidadari, nanti kuhitung berapa bidadari bisa menari di ujung jarum.”
Dalam buku Mysteries of Life and The Universe, yang diterbitkan akhir tahun lalu untuk pengumpulan dana bagi lembaga yang berupaya mencegah kematian bayi, Zee mencoba ”memberikan bidadari” itu kepada para fisikawan eksperimental. Ia memberikan prosedur penelitian untuk hal yang amat populer dalam fiksi ilmiah: soal pembalikan arah waktu. Sebuah teori yang dianggap bisa membuktikan bahwa perjalanan ke masa lampau dan masa depan mungkin dilaksanakan. Zee memang dikenal sebagai pengamat andal dalam soal teori time reversal, teori pembalikan waktu. Teori ini, kata Zee, memang sangat menarik, bahkan bisa menarik perhatian orang-orang awam. ”Dalam kasanah fisika modern, teori ini yang paling mengesankan dan bisa memberikan inspirasi masyarakat luas,” kata Zee. 
Dalam mendiskusikan pembalikan waktu itu Zee mengajak kita memperhatikan soal perangai waktu itu sendiri. Waktu, kata Zee, selama ini hanya diketahui bergerak satu arah: menuju masa depan. Di situ ada panah waktu yang jelas. Para teoretisi fisika percaya bahwa panah waktu bisa menciptakan relativitas dan membuat hukum termodinamika mengalami penyimpangan. Proses penuaan atas jaringan tubuh, dalam pandangan kaum teoretisi, dianggap manifestasi bekerjanya panah waktu atas proses termodinamika. 
Lantas, di lain pihak, ekspansi alam semesta itu dianggap sebagai gerak lain dari panah waktu. Yang jadi pertanyaan Zee, adakah dua jenis panah waktu itu saling berhubungan. Atau pertanyaan yang lebih spesifik lagi, bisakah kita membalikkan arah panah waktu itu. Para fisikawan eksperimental pening kepala mencoba menjawab pertanyaan itu. Soalnya, mereka tak tahu prosedur untuk membuktikannya. Para eksperimentalis memang bekerja bermodalkan prosedur operasional. Dengan itu mereka bisa menjadikan fenomena fisika menjadi teknologi. Dengan prosedur operasional yang mantap, fenomena fisika bisa mudah disaksikan, diukur, dan dimanfaatkan. Kali ini si teoretisi Zee, yang terkenal gara-gara buku fisika populernya yang laris, Fearful Symmetry, menawarkan prosedur operasional yang sederhana untuk membuktikan pembalikan waktu. Sebuah peristiwa fisika dibuat film, lantas film itu diputar mundur ke belakang. 
Kalau ternyata pemutaran mundur itu tak memberikan fenomena yang aneh, berarti tak ada pembelokan terhadap panah waktu. Kalau tak ada pembelokan waktu, itu berarti proses ke depan peristiwa itu sama dengan proses ke belakang. Maka dikatakan di situ ada simetri. Logikanya, dimensi waktu pun bisa menjadi semacam dimensi ruang. Kalau di dalam ruang kita bisa meloncat ke kiri dan ke kanan, mengapa tak mungkin kita meloncat ke masa lampau, lalu ke masa depan? Ia memberikan contoh permainan base ball dalam rekaman. Seorang atlet memukul bola kencang, sampai bola keluar lapangan. 
Ketika video itu diputar secara terbalik, terlihat hal yang aneh: bola meluncur dari luar lapangan dengan laju yang makin lama makin cepat, sebelum akhirnya membentur batang pemukul, dan membuat tangan si atlet terpental ke samping. Kata para eksperimentalis, dalam pemutaran terbalik terjadi fenomena yang menyalahi hukum fisika. Bola yang dilemparkan, karena bergesek dengan molekul-molekul udara, akan bertambah lambat, bukan bertambah cepat. Tapi sebentar, kata Zee. Seandainya gambar di video sangat tajam, pemutaran balik itu tidak menyalahi hukum fisika. Sebab di situ akan terlihat molekul-molekul udara bukannya mengerem bola, tapi mendorong bola itu hingga terjadi percepatan gerak bola.
Ini tentu saja terjadi karena film diputar balik. Dalam pemutaran biasa itu molekul mengerem bola, diputar balik arah rem berbalik menjadi mendorong. Satu nol untuk teoretisi fisika. Nah, untuk lebih ilmiah, eksperimen itu dilanjutkan dengan membahas bagaimana kalau yang diputar balik itu adalah film tentang atom. Kemudian Zee, dalam tulisan panjangnya itu, mengomentari eksperimen di Berkeley tentang fenomena munculnya zarah deuteron dan pion akibat tumbukan dua buah proton. Fenomena subatomik yang telah berumur 42 tahun itu lalu direkam dalam film. 
Untuk perbandingan dibuat pula film yang menggambarkan proses kebalikannya: tumbukan pion dan deuteron yang menghasilkan dua proton. Ajaib, film pertama kalau diputar mundur persis sama dengan film kedua diputar biasa. Dan demikian sebaliknya. Itu berarti, dalam dunia subatomik pun tidak ada penyimpangan atas fenomena panah waktu bila terjadi pembalikan arah waktu. Contoh yang lebih baik datang dari eksperimen tahun 1956 tentang fenomena gerak elektron. 
Tapi sebelum bicara soal ini, Zee mengingatkan pada permainan gasing. Anak-anak tahu bahwa gasing berputar pada sumbunya, sedangkan tepiannya berputar membentuk lingkaran. Zee menyebut fenomena itu dengan istilah khusus: precessing. Bila gerakan gasing itu difilmkan, lalu diputar ke belakang, yang tampak adalah kejadian bahwa gasing itu berputar pada arah yang sebaliknya, demikian pula sumbunya. Kita tahu, arah perputaran gasing itu mengikuti ke mana tali ditarik. 
Dengan kata lain, hukum mengatakan bahwa putaran gasing itu tak berubah ketika waktu diputar balik. Kembali pada soal gerak elektron, yang berputar seperti gasing, dan terus berputar. Di dunia mikroskopis pada level subatomik, zarah semacam elektron bebas dari friksi, dari gangguan. Secara relatif, elektron itu jauh dari zarah lain. Elektron seperti berada di ruang hampa dan tak terpengaruh gravitasi. Ia akan berputar selamanya mengikuti kelembamannya, dengan kecepatan tetap. Yang harus diingat, tulis Zee, adalah kenyataan bahwa medan magnet hanya bisa dibangkitkan oleh gerakan muatan listrik. Muatan yang diam hanya bisa membangkitkan medan listrik, bukan medan magnet. 
Lantas, apakah elektron yang berputar itu terpengaruh oleh panah waktu? Zee mengajak orang melihat ke proyektor. Sebuah film tentang perputaran elektron disajikan, dan kemudian diputar mundur. Di situ tampak, elektron berputar ke arah yang lain. Inikah petunjuk adanya sebuah panah waktu? Dengan memperhatikan arah ke mana elektron berputar bisakah kita mengatakan ke arah mana film itu dimainkan? Tapi tunggu. Medan magnetik sebenarnya juga berjalan ke arah sebaliknya. Muatan yang bergerak sebaliknya membuat medan magnetik bergerak ke arah yang sebaliknya pula dalam film yang diputar mundur. Maka sulit untuk mengatakan bahwa film itu berjalan maju atau mundur. Sebagaimana halnya dengan perputaran gasing, bisa ke arah yang satu dan bisa ke arah yang lain, hanya melihat perputaran itu kita tak bisa tahu apakah film yang merekam perputaran itu diputar biasa atau diputar mundur. 
Satu lagi bukti bahwa elektron pun tak terpengaruh oleh pembalikan waktu. Bagaimana dengan putaran elektron pada medan listrik? Jika fenomena itu dibikin film, lantas kembali diputar mundur, ternyata medan listrik tidak mengikuti pembalikan ini, medan listrik tidak membalik arah. Kenapa? Karena yang ada di situ adalah muatan listrik yang diam tak bergerak. Kecuali bila elektron berputar ke arah lain. Film yang berjalan ke depan pun bakal ke-lihatan lain: medan listrik menunjuk arah yang sama dalam kedua arah putaran film, namun putaran elektron menunjukkan arah yang berbeda. 
Bila itu terjadi, yakni elektron berpusing dalam medan listrik, pengesahannya mesti datang dari laboratorium. Atur perangkat di laboratorium, bangkitkan medan listrik dan masukkan sebiji elektron. ”Kalau Anda bisa melihat elektron itu berputar, bersiaplah terbang ke Stockholm untuk menerima hadiah Nobel. Anda akan terkenal karena menemukan panah waktu dalam hukum dasar fisika,” tutur Zee. 
Profesor Zee sepertinya mau memberi penekanan bahwa ide dasar itu tak bisa disederhanakan. Dengan membalik waktu, medan magnetik membalik arah. Namun medan elektrik tidak demikian. Bila hukum fisika tak berubah di bawah pemutaran waktu, elektron tak mungkin berputar dalam sebuah medan listrik sebaik di medan magnet. Sejauh ini yang dibicarakan adalah elektron. Padahal, untuk kasus pembalikan waktu tak harus dikaitkan degan elektron. Bila demikian maka ada hal khusus yang harus dicatat. Yakni, kata Zee, sebuah partikel yang berputar pada medan listrik akan memiliki yang dinamakan momen sepasang muatan listrik (electric dipole moment). Jika setiap partikel memiliki saat sepasang listrik itu maka pembalikan waktu akan dipengaruhi oleh hukum dasar fisika. 
Serangkaian eksperimen pernah dilakukan guna melihat apakah neutron memiliki saat sepasang muatan listrik itu. Pencarian gejala saat sepasang muatan listrik itu telah berjalan hampir 40 tahun. Kisah pencarian itu telah menggambarkan dengan baik perbedaan antara fisika teori dan eksperimen. Bagi teoretisi begitu mudah: sambil duduk-duduk mereka bisa membayangkan sebuah elektron berputar pada medan elektrik. Ini pekerjaan berat untuk kaum eksperimetalis, karena mereka harus mengobservasi semua gejala secara faktual. Profesor Zee mengakui, untuk eksperimen semacam itu secara teknis sulit. 
Sebuah elektron tak bisa dimasukkan begitu saja ke medan listrik. Sebab medan listrik bakal mendorongnya keluar dari perkakas eksperimen. Hubungan antara teoretisi dan eksperimentalis memang sulit. Zee menggambarkan hubungan itu seperti berikut. Sekelompok orang tekun menghabiskan waktunya menggerayangi rumput kering untuk mencari sebatang jarum. Beberapa orang lain berdiri di pinggir lapangan dan dengan gaya mandor berteriak, ”Ayo, cari dengan lebih serius!” Jawab yang mencari, ”Kami tidak dapat menemukannya! Kami sudah mencari lebih dari 30 tahun! Kalaupun ada, panjangnya pasti lebih dari 10 pangkat minus 27 cm.” Sambil menggaruk kepala, yang dipingir lapangan berteriak: ”Hei, menurut perhitungan di sini jarum itu agak lebih kecil dari 10 pangkat minus 27 cm. Jangan menyerah!” 
Percobaan yang sebenarnya baru bisa diwujudkan pada sebuah atom. Satu atom netral, tentu saja. Jika elektron memiliki satu saat sepasang muatan listrik, atom juga memilikinya. Apa yang membuat pemutaran balik waktu menjadi terasa misterius sebab selama ini hukum-hukum fisika belum mau menghargai soal pembalikan ruang. Setiap kali melihat cermin, orang melihat fenomena pembalikan ruang yang dikenal sebagai parity dalam fisika. Ahli fisika sering melupakan ini. Akhirnya Zee menegaskan pembalikan waktu, bagi para ahli teori fisika, disamakan dengan pembalikan dalam ruang. Dalam ruang simetri bisa terjadi sisi kiri dan kanan, atau antara bayangan di cermin dan benda aslinya. 
Jadi dalam pembalikan waktu pun mestinya terkandung pengertian adanya kesebangunan antara masa lalu dan masa depan. Ingat saja kata Einstein bahwa ruang dan waktu berhubungan erat. Lalu mengapa orang bebas bergerak ke kiri atau ke kanan, namun tak dapat pindah ke masa lalu atau masa depan? Para fisikawan eksperimental sudah menyiapkan jawabannya: hukum fisika mengenal kiri dan kanan, tapi tak tidak mengenal masa lampau dan masa depan. 
Tampaknya ada hal yang mesti diingatkan, hal yang sangat dijauhi oleh para ahli fisika. Yakni soal kesadaran manusia. Bukankah waktu adalah sebuah konsep dalam fisika yang tak mungkin kita bicarakan tanpa menariknya dalam kesadaran kita dalam tingkat tertentu? Jadi, adakah para eksperimentalis bisa membuat mesin waktu setelah berhasil menyingkapkan rahasia momen sepasang muatan listrik? Belum tentu, jawab Zee. Ia lalu berandai-andai. Misalkan di sebuah planet penduduknya tak mengenal air, tak mengenal kaca dan cermin. Tapi para ahli fisika di situ bisa membuktikan bahwa hukum-hukum dasar fisika berubah bila terjadi pembalikan ruang. Tak berarti lalu mereka bisa membuat cermin. Jadi? ”Maaf bila mengecewakan Anda, namun para fisikawan tetap belum bisa menghitung perbedaan antara masa lalu dan masa depan, dan karena itu mereka belum bisa mengirimmu mengarungi dimensi waktu,” kata Zee.

Planet Mars

Mars



Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai "planet merah" karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan besi(III) oksida di permukaan planet Mars.Mars adalah planet bebatuandengan atmosfer yang tipis. Di permukaan Mars terdapat kawah, gunung berapi, lembah, gurun, dan tudung es. Periode rotasi dan siklus musim Mars mirip dengan Bumi. Di Mars berdiri Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapatcekungan Borealis yang meliputi 40% permukaan Mars
Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.
Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi Matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam.
Di planet Mars, terdapat sebuah kenampakan unik di daerah Cydonia Mensae. Kenampakan ini merupakan sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di Mars, walaupun pada masa kini, telah terbukti bahwa kenampakan tersebut hanyalah sebuah kenampakan alam biasa.

Ciri fisik


Mars memiliki jari-jari sekitar setengah dari jari-jari Bumi. Planet ini kurang padat bila dibandingkan dengan Bumi, dan hanya mempunyai sekitar 15% volume dan 11% massa Bumi. Luas permukaannya lebih kecil dari jumlah wilayah kering di Bumi.[5] Mars lebih besar daripadaMerkurius, tetapi Merkurius lebih padat. Akibatnya kedua planet mempunyai tarikan gravitasi yang hampir mirip di permukaan—dan tarikan Mars lebih kuat sekitar kurang dari 1%. Ukuran, massa, dan gravitasi permukaan Mars berada "di antara" Bumi dan Bulan(diameter Bulan hanya setengah dari Mars, sementara Bumi dua kalinya; Bumi sembilan kali lebih besar dari Mars, dan Bulan satu per sembilannya). Kenampakan permukaan Mars yang merah-jingga diakibatkan oleh keberadaan besi(III) oksida, yang lebih dikenal dengan nama hematite
.

Senin, 03 November 2014

Lirik lagu ZICO Block B - I'm Still Fly

Zico - I'm Still Fly



I never give up
Cause I got a dream
Just keep doin my own thing
Just say it man , cause
I'm still fly I'm sky high
And I dare anybody to try
And cut my wings
I'm still puillin out the phantom
And these haters can't
Stand him nigga I'm still doin my thing
I'm still fly I'm sky high
And I dare anybody to try
And cut my wings
I'm still shuttin cities down
Everytime I come around
Nigga I'm still doin my thing
I'm still, I'm still
Ganeungnan nan nareo
Ggumnaeneun cheongchoni nar gamandujianna
I know nan narareo sirbaeran naega sagjedwin haneo
Flow Rhyme Soulreul narheogonge ddwiur nargero sama
Yeojeonhi hargae chinan gaseum gurmjurinbae
Yeojonhi duntaghan rideumapeseon heungbun idwae
Gutge bbeoneganeun mom igoti naega modurgot
Ddang gua gangyeongi narbeodo it's ok hangsang goreumwie
Huh huh utgirdae sirkeo utdwora
Geubiuteumeun myeotyeonho ddangeurchigo sseudajil nunmul irkkeya
Yeotahabwi gae ddongcheolhag bagjienormgyeodamgoseo tohae
I'm still fly haneul georeo
Oraetorok gutge dadhin nawi marmoneun yeoro
Watch your back dadeurmoroseo naega beurgoneungeun eobseo
Nawi bibangen iryumani iterbban chagryugeun eobseo
I'm still fly I'm sky high
And I dare anybody to try
And cut my wings
I'm still puilln out the phantom
And these haters can't
Stand him nigga I'm still doin my thing
I'm still fly I'm sky high
And I dare anybody to try
And cut my wings
I'm still shuttin coties down
Everytime I come around
Nigga I'm still doin my thing
Irjigi gongbu wa damsang go manheun ineorwi banbarsog
Eh sijighatji beat, yugseong, gasawi angsangpun
Umak gwa donggodongrag jeoggo jeogotji hansako
Jichiginhana nan swijianha never bijianha nawi changjago
Jikyeobwa juneuni hanmeyongdo eobseoseo
Susuru chajjigjirhamyeon naega haejasineut eosinye
Munranham bamnaggwa bihaeng geurongte irche nungiranjugo
Ijiteman maeum nu go rhyme churineunde simsasugo
Nanhamburo hongdae jeonjeonhamyeon jangsa anhae
Kuk nae hip hop fan neul, daejung, asia ka naedaset
Myeotmeogo nal garanaerineun guseorsu eurineun
Sideobji anheun geu useugetsori e banbag anhae
Kkeuteur boneun seongkyeoki nareul yeogiggaji geurgowatji
Naneun geochir gateun eobseo garsurog murolritji
I keep doing my own thing saerobge sijakhae
Geudongan heurrin piwadami, waegogwiji ange
I'm still fly I'm sky high
And I dare anybody to try
And cut my wings
I'm still puilln out the phantom
And these haters can't
Stand him nigga I'm still doin my thing
I'm still fly I'm sky high
And I dare anybody to try
And cut my wings
I'm still shuttin cities down
Everytime I come around
Nigga I'm still doin my thing

Lirik lagu Block B - Be The Light

Lirik Lagu Block B - Be The Light (rom+indo translate)


Romanized:

Eodukeomkeomhae boiji anha
Son ppeodeotjiman baramman budichyeowa
Waenji moreuge natseon igot
Chorahame iksukhaejine
Geurimjacheoreom jinae

Han beon jjeum nal bwajul georan bujireomneun gidaewa
Sangsang sogui neowa bamsae nanuneun daehwa
I deep inside of you (i can’t get over)
Ojik neomani nae jubyeoneul barkhyeo

Bichi doeeojwo
Kkamake garyeojin
Mameul neoro barkhyeojwo oh
Eoreobuteun nal nogyeo
Jinachige nuni busyeoseo
Ttan nomdeul chyeodaboji motage

Bichi doeeojwo (shine your light on me baby)
Bichi doeeojwo uh uh uh oh
Bichi doeeojwo (shine your light on me baby
Saljjak seuchigiman haedo modeun geol ppaeatgin gibuniya)

Nochigo sipji anha
Sumcheoreom nae gyeote neul meomuljiman
Manjil su eobseoseo
Galsurok deo aejeolhaejyeo

Najen taeyangi doeeo nal ttasaropge haejumyeo
Bamen dallo byeonhaeseo hwangholhan nangmaneul jwo
Jeo meolli banjjakgeorineun mueongal
Jjocha i can see in the dark
Biga geuchigo neoga nal bichuneun nal
I sarangeun dasi pieona

Bichi doeeojwo
Kkamake garyeojin
Mameul neoro barkhyeojwo oh
Eoreobuteun nal nogyeo
Jinachige nuni busyeoseo
Ttan nomdeul chyeodaboji motage

Bichi doeeojwo (shine your light on me baby)
Bichi doeeojwo oh oh oh
Bichi doeeojwo (shine your light on me baby)
(you always by my side look)

Jiteun amheuk sogeseo deo seonmyeonghaejineun
Ne moseup nal nun meolge hae
Ne sumi danneun gose seoseongimyeo
Binjarireul chaewo naran nomi chueokdoege
Jejariseo jikyeoboneun geotmani
Sangcheo eobsi neoreul soyuhaneun bangsik
You`re all i see and you`re all i need
Jigeumcheoreomman isseojwo please

Bichi doeeojwo ho ho
Du soneuro nunapeul garyeodo
Neol jiul suneun eobseo
Bichi doeeojwo
Kkamake garyeojin
Mameul neoro barkhyeojwo oh
Eoreobuteun nal nogyeo
Jinachige nuni busyeoseo
Ttan nomdeul chyeodaboji motage

Indonesia Translate:

Gelap dan aku tidak bisa melihat
Aku meletakkan tanganku tapi hanya angin bentrokan
Aku tidak tahu mengapa tapi ini memang aneh
Aku seakan digunakan oleh penderitaan ini
Aku hidup seperti bayangan

Dengan harapan sia-sia bahwa kau akan melihat aku setidaknya sekali
Percakapan yang aku punya dengan mu sepanjang malam di imajinasi ku
Aku  yang mendalam dalam mu (aku tidak bisa lebih)
Hanya kau yang dapat menerangi lingkungan ku

Menjadi terang
Bersinar di hatiku hitam dan tersembunyi
Melelehkan ku dari yang beku
Sehingga aku akan jadi menyilaukan
Bahwa tidak ada orang lain dapat melihat ku

Menjadi terang (bersinar terang kau pada ku baby)
Menjadi terang eh eh eh oh
Menjadi terang (bersinar terang kau pada ku baby)
Bahkan ketika kau sedikit melewati ku, aku merasa seperti segala sesuatu telah diambil dari ku

Aku tidak ingin kehilangan mu
Kau berlama-lama di sisi ku seperti napas
Tapi aku tidak bisa menyentuh mu
Jadi aku mendapatkan lebih putus asa

Matahari sepanjang hari dan membuat aku hangat
Ubah ke bulan di malam hari dan memberikan asmara gembira
Aku mengejar sesuatu yang membuat mata berkedip jauh, aku dapat melihat dalam gelap
Di hari hujan berhenti dan kau bersinar pada ku
Cinta ini akan mekar lagi

Menjadi terang
Bersinar di hatiku hitam dan tersembunyi
Melelehkan ku dari yang beku
Sehingga aku akan jadi menyilaukan
Bahwa tidak ada orang lain dapat melihat ku

Menjadi terang (bersinarlah terang kau pada ku baby)
Menjadi terang oh oh oh
Menjadi terang (bersinarlah terang kau pada ku baby)
(kau sisi yang selalu aku lihat)

Kau menjadi lebih jelas dalam kegelapan tebal
Membuat mata ku menjadi buta
Aku kembali di tempat di mana napas mu menyentuh
Mengisi tempat kosong dan membuat seorang pria seperti ku ke dalam memori
Mengawasi mu dari tempat yang sama adalah cara untuk membuat kau tanpa rasa sakit
Kau semua yang aku lihat dan kau semua yang aku butuhkan
Hanya berada di sana seperti kau sekarang, silakan

Menjadi terang, ho ho
Bahkan jika aku menutup mata ku dengan tanganku
Aku tidak bisa menghapus kau

Menjadi terang
Bersinar di hatiku hitam dan tersembunyi
Melelehkan ku dari yang beku
Sehingga aku akan jadi menyilaukan
Bahwa tidak ada orang lain dapat melihat ku